Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

Raudhah: Taman Surga, Destinasi Paling Dituju dan Diburu

  • Diposting Oleh Achmad Firdausi
  • Senin, 15 Juni 2026
  • Dilihat 185 Kali
Bagikan ke

Oleh: Dr. H. Imam Amrusi Jailani, M.Ag.

(Pembimbing Ibadah Haji Kloter SUB 74 & Ketua Prodi. Doktor Ilmu Syariah UIN Madura)

Setiap negara, daerah atau wilayah pasti memiliki destinasi yang mengundang daya tarik bagi mereka yang menyukainya untuk selalu mengunjunginya. Semakin menarik destinasi tersebut maka akan semakin banyak dan membludak pengunjung yang mendatanginya. Mekkah dan Madinah merupakan dua kota suci yang paling favorit dikunjungi oleh kejutan manusia di seluruh dunia. Sebagai destinasi paling dituju, dua kota tersebut memiliki keistimewaan dibandingkan dengan kota-kota lain. Jika di Mekkah, Ka'bah atau Baitullah merupakan destinasi paling dituju dan diburu, sehingga tidak pernah sepi dari pengunjung, bukan hanya setiap hari atau setiap jam selalu ada pengunjung di pelataran Ka'bah, bahkan setiap saat, setiap jam, setiap menit dan setiap detik selalu ada peziarah yang melakukan thawaf mengelilingi Ka'bah. Bahkan orang-orang rela berjubel, berdesak-desakan untuk memanfaatkan setiap momentum untuk selalu berthawaf mengelilingi Ka'bah.

Keutamaan Mekkah dan Madinah dari aspek perolehan pahala dikemukakan oleh Rasulullah dalah sebuah Riwayat dari Imam Ahmad dan Ibnu Majah;

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ

Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada seribushalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada seratus ribu shalat di masjid lainnya.

Begitu pula di Madinah dengan Masjidil Nabawi sebagai ikon kota Madinah terdapat satu tempat yang paling dituju dan paling diburu, yaitu Raudhah sebagai taman surga yang secara batiniah selalu mendatangkan ketenangan bagi mereka yang berhasil masuk ke dalam Raudhah. Tempat ini tidak pernah sepi, selalu dikunjungi oleh umat Islam, bukan hanya setiap hari, bahkan setiap jam selalu ada rombongan yang mengantri untuk bisa masuk, karena diyakini tempat ini merupakan taman surga. Setiap orang beriman yang berada di dalamnya diyakini dia akan sampai ke surga, karena sudah berada di taman, dan tinggal selangkah lagi.

Kenapa Raudhah itu selalu diburu oleh setiap umat Islam? Paling tidak ada dua alasan untuk selalu memburu. Pertama, karena faktor normatif, di mana Rasulullah bersabda bahwa Raudhah yang terletak di antara rumah atau kediaman Rasul dengan mimbar beliau, yaitu tempat beliau memberikan khutbah dan mengimani shalat. Itu adalah salah satu taman dari taman-taman surga. Bisa dibayangkan saja, jika seseorang sudah berada di taman, bagaimana senangnya dia bisa menikmati suasana di taman itu. Apalagi kesenangan itu merupakan kesenangan batiniyah yang tertancap dalam relung sanubari, sehingga sangat terkesan yang membekas dalam jiwa.  Hal tersebut  secara spiritual mampu mendekatkan orang yang berada di dalamnya, berada sedekat-dekatnya dengan Allah dan Rasulullah, atau taqarrub lebih dekat lagi kepada Allah. Apalagi yang menyampaikan itu adalah Rasulullah yang Tidak diragukan lagi kebenarannya.

Kemudian yang kedua adalah faktor historis. Secara perjalanan sejarah, mungkin Raudhah itu merupakan tempat yang paling sering dilalui oleh Rasulullah, karena setiap waktu Rasulullah selalu melintasi atau melalui area ini, yaitu dari kediaman beliau menuju ke mimbar untuk berkhutbah atau mengimami shalat. Begitu pula setelah selesai mengimami shalat, beliau kembali lagi ke rumahnya. Jadi dalam sehari berapa kali Rasulullah melintasi Raudhah itu, yang tentunya sudah ratusan ribu, bahkan jutaan jejak kaki Rasulullah itu menempel di Raudhah tersebut, sehingga sangat meyakinkan kalau tempat yang disenangi Rasulullah dan selalu dilaluinya itu akan mendatangkan keberkahan dari Allah dan juga nantinya umat beliau yang sudah memasukinya akan selalu mendapatkan syafaatnya.

Raudhah sering disebut sebagai taman surga sebagaimana dalam hadits Riwayat Imam Bukhari:

مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ

Tempat di antara rumahku (sekarang makam) dan mimbarku ini adalah Raudhah (kebun) di antara beberapa taman surga. (Madinah, 15 Junii 2026/29 Dzulhijjah 1447 H).

 


Editor: Achmad Firdausi