Ujian Masuk Pascasarjana 2026 Digelar, Diikuti 80 Calon Mahasiswa Magister dan Doktor
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Rabu, 24 Juni 2026
- Dilihat 187 Kali
Pamekasan | Universitas Islam Negeri (UIN) Madura melalui Pascasarjana menyelenggarakan Ujian Masuk Gelombang I Program Magister (S2) dan Doktor (S3) Tahun Akademik 2026/2027 pada Selasa (23/06/2026). Pelaksanaan seleksi berlangsung di lingkungan Pascasarjana UIN Madura dengan menggunakan sistem Sistem Seleksi Elektronik (SSE) dan Wawancara yang dirancang untuk mengukur kesiapan akademik calon mahasiswa secara komprehensif.
Ujian masuk terdiri atas beberapa tahapan, yaitu Tes Potensi Akademik (TPA), Tes Kompetensi Program Studi, Tes Kemampuan Bahasa Asing, serta wawancara akademik. Seluruh tahapan tersebut menjadi instrumen penting untuk memastikan calon mahasiswa memiliki kapasitas akademik yang memadai dalam menempuh pendidikan pascasarjana.
Mewakili Direktur, Wakil Direktur Pascasarjana UIN Madura, Prof. Dr. H. Rudy Haryanto, S.ST., M.M., menjelaskan bahwa seleksi ini merupakan bagian dari komitmen Pascasarjana dalam menjaga mutu input mahasiswa sehingga mampu menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing.
“Melalui sistem seleksi yang komprehensif ini, kami ingin memastikan bahwa mahasiswa yang diterima memiliki kesiapan akademik, kemampuan berpikir kritis, serta komitmen yang kuat dalam menyelesaikan studi pada jenjang magister maupun doktor,” ujarnya.
Pada Gelombang I tahun ini, Program Magister UIN Madura mencatat 74 pendaftar, termasuk dua mahasiswa asing asal Palestina yang turut mengikuti proses seleksi masuk jalur mahasiswa asing secara terpisah. Jumlah pendaftar tersebut tersebar pada lima program studi, yaitu Manajemen Pendidikan Islam (MPI) sebanyak 15 orang, Hukum Keluarga Islam (HKI) 13 orang, Pendidikan Agama Islam (PAI) 16 orang, Ekonomi Syariah (ES) 11 orang, dan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) 17 orang.
Sementara itu, Program Doktor (S3) menerima 6 pendaftar, dengan rincian Program Studi Studi Islam sebanyak 5 orang dan Program Studi Ilmu Syariah sebanyak 1 orang.
Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas tingginya minat masyarakat untuk melanjutkan studi di Pascasarjana UIN Madura. Menurutnya, kehadiran peserta dari luar negeri menunjukkan semakin meningkatnya kepercayaan publik terhadap kualitas akademik UIN Madura.
“Alhamdulillah, minat masyarakat untuk melanjutkan studi di Pascasarjana UIN Madura terus meningkat. Kehadiran mahasiswa asing dari Palestina menjadi indikator bahwa UIN Madura semakin dikenal dan dipercaya sebagai destinasi pendidikan tinggi Islam yang berkualitas. Ini sejalan dengan komitmen kami untuk memperkuat internasionalisasi kampus dan menghadirkan layanan pendidikan yang unggul, religius, kompetitif, dan kolaboratif,” ungkap Rektor.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa Pascasarjana UIN Madura terus didorong menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan Islam integratif yang mampu menjawab tantangan global melalui riset, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Bagi calon mahasiswa yang belum sempat mengikuti seleksi Gelombang I, UIN Madura masih membuka Penerimaan Mahasiswa Baru Pascasarjana Gelombang II yang akan dilaksanakan mulai 13 Juli 2026. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi pmb.uinmadura.ac.id.
Selain membuka jalur reguler, UIN Madura juga memberikan kesempatan bagi para dosen PTKI untuk melanjutkan studi doktoral melalui Program Beasiswa Doktor Kerja Sama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Jawa Timur. Program tersebut dibuka mulai 13 Mei hingga 17 Juli 2026 dan dapat diakses secara daring melalui laman lppdjatim.org.
Penulis: Achmad Firdausi